***SELAMAT DATANG DI WEBSITE QUHAS SCHOOL YPT DAR AL-MASALEH JAMBI***
Articles by "PENDIDIKAN"

 


الْحَمْدُ ِللهِ، الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ 

Maasyiral Muslimin rahimakumullah, 

Mengawali khutbah Jumat ini, penting bagi kita untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai modal penting dalam menjalani kehidupan yang terus berubah dengan cepat saat ini. Takwa akan menjadi kompas yang akan mengarahkan diri kita pada apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus dijauhi sesuai dengan syariat yang telah ditentukan oleh agama Islam.

Perubahan zaman yang sangat cepat, sering mengakibatkan turbulensi atau guncangan sehingga kita perlu menguatkan ketakwaan agar bisa menjadi modal yang kuat untuk menghadapinya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an QS. Al-Baqarah: 197:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Jama’ah Jumat yang berbahagia, 

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan besar dalam kehidupan manusia. Informasi tersebar dengan cepat, jarak terasa semakin dekat, dan peluang untuk belajar maupun bekerja terbuka luas. Dengan teknologi digital, akses informasi semakin terbuka. Hampir semua orang dapat memperoleh ilmu, berita, atau wawasan hanya dengan sentuhan jari.

Dengan era digitalisasi, kesempatan usaha dan kreativitas juga semakin beragam. Platform digital memberi ruang bagi siapa pun untuk berbisnis, berkarya, bahkan menyalurkan hobi menjadi penghasilan.

Kita juga bisa berkomunikasi, berkolaborasi, bahkan bekerja lintas negara dan budaya. Era saat ini membuka ruang bagi kita untuk menyuarakan pendapat, berbagi ide, dan ikut terlibat dalam perubahan sosial.

Namun, Jamaah Jumat rahimakumullah, 

Di balik keterbukaan itu juga ada tantangan, seperti penyalahgunaan informasi, hoaks yang perlu disikapi dengan literasi digital dan nilai-nilai etika. Di balik semua kemudahan itu, tersimpan tantangan besar, terutama bagi generasi muda yakni ancaman degradasi moral.

Generasi muda adalah aset berharga umat dan bangsa. Jika mereka terseret arus negatif dari dunia digital, maka masa depan umat akan terancam. Oleh sebab itu, Islam telah memberikan panduan bagaimana membina akhlak agar generasi muda tetap terjaga di tengah derasnya arus perubahan zaman. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga moral bukan hanya pada individu, tetapi juga orang tua, pendidik, dan masyarakat.

Jama’ah Jumat rahimakumullah, 

Perlu kita sadari bahwa, zaman digital menyajikan dua wajah yakni peluang dan ancaman. Generasi muda bisa mengakses beragam ilmu dari beragam narasumber dunia melalui media sosial. Namun di saat yang sama, mereka juga bisa terjerumus ke dalam jurang maksiat karena mudahnya akses konten negatif.

Fenomena cyberbullying, kecanduan gawai, perilaku konsumtif, hingga pornografi menjadi bukti nyata dampak buruk teknologi yang tidak dikendalikan.

Islam telah memberikan solusi dalam menghadapi perubahan zaman di antaranya dengan menanamkan akidah dan akhlak sejak dini.

Akidah adalah fondasi iman agar tertanam kuat dan menjadi benteng dari segala godaan dunia maya. Dengan akidah yang kokoh, anak-anak kita akan mampu membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya, bahkan tanpa pengawasan langsung.

Para generasi muda juga harus dibekali dengan literasi digital dan pemahaman bagaimana menggunakan teknologi secara benar. Literasi digital Islami berarti tidak sekadar melek teknologi, tetapi juga beradab dalam penggunaannya. Generasi muda harus diajarkan cara memfilter konten, menghindari hoaks, serta menjaga adab dalam berkomentar. 

Mereka harus dididik untuk memanfaatkan media sosial untuk hal positif seperti sarana dakwah, berbagi ilmu, dan kebaikan. Mereka harus diberikan pemahaman bahwa setiap aktivitas dan postingan di media sosial memiliki konsekuensi dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah swt. Dengan begitu, teknologi menjadi sarana jariyah pahala, bukan jariyah dosa. Rasulullah telah mengingatkan dalam sabdanya:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ   

“Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang membuat sunnah sayyi’ah dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun,” (HR Muslim).

Jama’ah Jumat yang dirahmati Allah, 

Untuk memperkuat upaya ini perlu juga dibangun lingkungan sehat yang mampu memberi pengaruh positif mulai dari keluarga, lingkungan, dan juga komunitas-komunitas generasi muda.

Lingkungan sangat memengaruhi perkembangan akhlak remaja. Komunitas yang positif akan membentuk pribadi yang baik, sementara lingkungan buruk bisa menghancurkan karakter mereka.

Dalam keluarga, orang tua harus menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang dan menetapkan aturan penggunaan gawai. Di tengah masyarakat, para pendidik dan masyarakat harus mendorong remaja untuk aktif dalam kegiatan positif guna menumbuhkan kepekaan sosial dan pembentukan karakter yang tangguh dan kuat, tidak mudah menyerah, tidak gampang mengeluh, dan memiliki optimisme yang tinggi. 

Maasyiral Muslimin rahimakumullah, 

Generasi muda adalah harapan kita bersama yang akan meneruskan tongkat estafet peradaban. Zaman digital memang membawa banyak tantangan, tetapi dengan akidah yang kuat, literasi digital Islami, lingkungan yang sehat, dan ketekunan dalam ibadah, insya Allah mereka bisa menjadi generasi khairu ummah, umat terbaik yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan, bukan untuk kerusakan.

Kita semua pasti menginginkan generasi muda kita seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110)

Maasyiral Muslimin rahimakumullah, 

Semoga generasi muda kita tumbuh menjadi pribadi yang kuat iman, luas ilmu, dan mulia akhlaknya, sehingga mampu membawa kebaikan dan kemaslahatan di tengah derasnya arus digitalisasi dunia. Karena Akhlaq menjadi kunci dalam kehidupan ini, Syauqi Beik seorang penyair bijak mengatakan :

إِنَّمَا الأُمَمُ الأَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ . فَإِنْ هُمُّوْ ذَهَبَتْ أَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوْا

Hidup dan bangunnya suatu bangsa (Ummat) tergantung pada akhlaknya, jika mereka tidak lagi menjunjung tinggi norma-norma akhlakul karimah, maka bangsa itu akan musnah bersamaan dengan keruntuhan akhlaknya.

 

Semoga di akhir masa bulan kelahiran Nabi atau akhir Rabiul Awal 1447 H ini kita terus membangun kesadaran digital dengan akidah yang kokoh, Akhlaq yang sempurna sejak dini sehingga kita dapat mewujudkan kehidupan bermasyarakat kita menjadi lebih baik. Amin ya rabbal alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Anak Berhati Emas

Penulis : nopi paradilla suardi

Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, menyinari halaman sekolah yang asri. Suara burung berkicau bersahutan, menambah indahnya suasana pagi. 

Pada Jum'at pagi seperti biasa, sekolahku memulai kegiatan dengan pembacaan surah yasiin.

Dimana setiap pagi jum'at di tiap-tiap gedung sekolah akan di suguhkan dengan pandangan yang indah, guru dan murid bersama-sama membaca surah yasin.

lantunan demi lantunan ayat suci al-qur'an bergema di seluruh gedung, membuat diri semakin khusyuk dalam ke khidmatan...

Namun disela-sela ke khidmatan itu, terdengar suara tangis dari salah satu muridku yang sedari tadi menangis tepat di sampingku.

Belakangan ini dia sangat sulit untuk berpisah dari orang tua yang mengantar dia kesekolah, Hingga membuat aku sedikit kewalahan menghadapinya. Sudah berbagai cara jurus yg aku keluarkan untuk menanganinya agar dia tetap tenang, namun dia masih tersedu-sedu menangis. 

aku merangkulnya dan lanjut membaca surah yasin.

saat aku sedang khusyuk membaca surah yasin, dia masih tetap menangis. Namun fokus ku teralihkan pada satu anak yang mencuri pandangku. dia anak yang terkenal usil, jahil dan suka membuat kerusuhan di kelasnya, Ntah kenapa mataku tertuju padanya.

dia menghampiri anak yang menangis di sampingku. kiraku dia ingin mengejek atau menertawakannya, namun ternyata dia bertanya pada sang anak itu "mengapa kamu menangis?" sembari merangkul si anak tadi agar si anak tenang.. (Maa syaa Allah kataku dalam hati).

Ku perhatikan lagi tingkahnya. Setelah merangkul dan menenangkan temannya, dia menyodorkan lengan bajunya untuk mengelap air mata temannya (melihat pemandangan itu, akupun tersenyum)

Ku perhatikan terus mereka sembari mengikuti bacaan yasiin. Ternyata dia kesulitan untuk menyodorkan lengan bajunya ke teman yg menangis tadi karna postur badannya yg besar membuat dia kesulitan untuk menjangkau wajah temannya. melihat aku di samping anak yang menangis tadi, dia mengambil kain bawah jilbab ku untuk menghapus tangis anak tadi. tidak ada penolakan dariku, karna diriku tersihir oleh perlakuannya.

setelah berhasil menghapus air mata temannya, si anak tadi mengambil jam tangan punya dia untuk di pakaikan ke temannya yg menangis tadi sembari berkata padaku "ana mau pakaikan jam tangan ini ke dia ustadzah biar dia ga nangis lagi". aku hanya mengangguk dan benar saja si anak yang menangis tadi langsung terdiam saat jam itu sudah melingkar di tangannya. melihat anak tadi terdiam diapun berkata lagi padaku "tuh kan ustadzah dia gak nangis lagi, mau beli jam tangan itu dia ustadzah". mendengar itu sontak aku terkekeh oleh perkataannya.

ternyata di balik tingkah lakunya yang bisa dibilang kurang baik di mata guru-guru, namun ternyata dia mempunyai sifat perhatian, solidaritas, dan penyayang. ibarat manusia itu seperti buku, ada yang menipu dari covernya, dan ada juga yang membuat takjub dengan isinya.

Jadi jangan pernah kita menilai seseorang dari cover depannya saja, Kita tidak akan pernah tau apa yang ada dalam isi buku jika kita tidak membacanya sampai selesai. Begitupun dengan manusia, kita tidak akan pernah tau seseorang jika kita belum kenal dekat dengannya.


 Khutbah Jumat

Masjid Nurul Falah Purnama Jambi

Pentingnya Pendidikan Masa Perubahan Zaman

Ust Dr H Hasbullah Ahmad, MA

(Owner Sekolah Qur’an Hadis dan Sains Jambi, Dosen Tetap Ilmu al-Qur’an, tafsir dan Hadis UIN STS Jambi, Wakil Rois Syuriah PWNU Provinsi Jambi dan Ketua Komite Dakwah Khusus MUI Kota Jambi, Wakil Pimpinan Ponpes PKP al Hidayah Jambi).


 DOWNLOAD PDF DISINI!


اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السِّبَاقِ. فَسُبْحَانَ مَنْ أَيْقَظَ الْأَبْرَارَ، وَحَثَّ مَطَايَا شَوْقِهِمْ اِلَى دَارِ الْقَرَارِ، وَاسْتَنْهَضَ عَزَائِمَهُمْ اِلىَ الْمُسَارَعَةِ وَالْبِدَارِ

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاِحْرَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبُرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الرَّحْمَنِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْانِ: فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Mari kita awali khutbah Jumat tgl 15 Zulkaidah 1445 H ini dengan ungkapan syukur kepada Allah swt, dengan senantiasa melafalkan kalimat al-hamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmus shalihât, Semoga kita semua yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini diakui sebagai umatnya dan mendapatkan syafaatnya. Amin ya rabbal âlamin.

Selanjutnya, sudah menjadi keharusan bagi kami selaku khatib untuk senantiasa mengajak kepada diri kami pribadi, keluarga dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, yaitu dengan cara mengerjakan semua kewajiban, menunaikan semua tanggung jawab, dan meninggalkan semua yang dilarang. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

 وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Salah satu hal penting yang harus kita perhatikan saat ini adalah betapa pentingnya pendidikan bagi setiap individu. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting dalam membangun suatu negara. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia khususnya para generasi muda dan masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkembang. Pendidikan yang berkualitas akan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten.

Melalui pendidikan pula, setiap orang dapat mengembangkan potensi dan bakatnya secara maksimal. Sehingga hal ini bisa membantu mereka mencapai impian dan tujuan hidupnya masing-masing, serta akan memberikan kontribusi positif kepada orang lain.

Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya penting di zaman modern saat ini saja. Bahkan hal ini sudah diterapkan pada masa Rasulullah saw. Mari kita semua merenungi salah satu kisah luar biasa perihal urgensi pendidikan di masa Nabi Muhammad. Dalam kisahnya, ketika pasukan umat Islam sudah mulai kuat pada masa itu. Mereka lebih semangat untuk ikut berperang melawan orang-orang yang menentang ajaran Islam. Tujuannya tidak lain adalah menjaga dakwah Islam terus berlanjut. Namun sayangnya, semangat perang pada masa itu justru memberikan celah hilangnya semangat belajar, bahkan Rasulullah ditinggal sendiri di Madinah.

Sehingga tidak ada seorang pun yang belajar dan mengaji kepada beliau. Akibat dari kejadian ini, Allah swt kemudian menurunkan ayat Al-Qur’an, yang menjelaskan bahwa tidak semua umat Islam harus berangkat perang. Tetapi harus ada pembagian tugas. Sebagian berangkat ke medan perang dan sebagian yang lain harus menuntut ilmu dan mendalami agama Islam. Hal ini agar ajaran-ajaran agama dapat diajarkan secara merata. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.” (QS At-Taubah, [9]: 122).

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Itulah pentingnya pendidikan yang harus kita ketahui bersama. Bahkan di saat yang mendesak sekalipun, yaitu kondisi perang, di mana umat Islam harus menjaga agamanya agar tetap tegak, pendidikan tetap harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan. Tujuannya tidak lain, agar keberlangsungan hidup yang benar sesuai dengan tuntunan agama bisa terus berjalan.

Tidak hanya itu, kita perlu memahami bahwa salah satu tujuan diutusnya para rasul oleh Allah swt adalah untuk menyampaikan dan mengajarkan tentang urgensi pendidikan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadaMu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadaMu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah, [2]: 151).

Selain ayat di atas, juga disebutkan dalam beberapa hadits, bahwa diutusnya Rasulullah saw hanya untuk mendidik/mengajar. Hal ini tentu untuk kembali menegaskan bahwa pendidikan benar-benar penting. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْنِى مُعَنِّتًا وَلَكِنْ بَعَثَنِى مُعَلِّمًا مُيَسِّرًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengutusku untuk mempersulit orang lain, tetapi Dia mengutusku sebagai pendidik (pengajar) yang memberi kemudahan.” (HR Muslim).

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah

Semoga Allah senantiasa menganugerahkan keberkahan dan kebaikan dalam perjalanan hidup kita dengan menguatkan karakter dengan pendidikan yang maksimal, baik itu pendidikan dirumah, sekolah dan lingkungan sebab ketiga komponen ini harus bersinergi diperkuat pula dengan hadirnya pemerintah yang mendukung dalam mananamkan nilai nilai etika positif dengan akhlaq al karimah menuju Jambi dan Indonesia yang berkah. Demikian khutbah Jumat perihal pentingnya pendidikan, khususnya di masa modern saat ini di mana perubahan-perubahan dinamika kehidupan bergerak sangat cepat. Pendidikan akan menjadi pembimbing bagi generasi muda dan semua manusia secara umum, untuk terus menjalani hidup dengan benar, sesuai dengan tuntunan agama. Dan kita juga mendoakan saudara kita jama’ah haji mendapat haji maqbul dan mabrur. Amin Ya Rabb…

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ





Pramuka Quhas School Berprestasi

Owner Quhas School YPT Dar Al Masaleh Jambi mengapreasiasi keberhasilan pramuka Gugus Depan (Gudep) 10.041-10.042  MI Quhas Primary School atas prestasinya meraih beberapa juara tingkat kota jambi, yaitu Juara II kategori Lomba Kontingen yaitu lomba LKBB+ Yel Yel dan Lomba Drama Musikal, lalu Juara III kategori Lomba Regu Putri yaitu lomba penyuluhan narkoba.




“Alhamdulillah, anak-anak pramuka MI Quhas Primary School Jambi mendapatkan tiga piala dalam kegiatan lomba pramuka perdana untuk diluar sekolah yang diadakan oleh Kwartir Ranting Kota Baru dengan tema kegiatannya yang bernama Kampoeng Kwarran Kotabaru Scout Competition ke Tujuh tahun 2020 yang disingkat dengan K3SC-VII 2020 di Bumi Perkemahan Cadika, Telanaipura pada tanggal 28 Februari – 1 Maret 2020 kata Owner Quhas School, Ust. Dr. H. Hasbullah Ahmad, MA (1/3/2020).

Diteruskan M. Firdaus, S. Pd, Pembina Pramuka MI Quhas Primary School lagi, keberhasilan anak-anak Pramuka Quhas ini di tingkat kota adalah awal yang baik, hendaknya bisa menjadi motifasi bagi teman-temannya yang lain. Mereka yang menang menjadi contoh, sehingga setiap mengikuti event pramuka Pramuka Quhas bisa ikut dan meraih juara kembali.

“Saya mengucapkan selamat atas prestasi diraih. Saya bangga karena apa yang telah dilakukan anak pramuka Quhas tidak hanya untuk diri sendiri namun juga mengharumkan nama Yayasan, orang tua, dan tentunya Pembina yang selama ini mendidik mereka”, ucap Firdaus.

Perlu diketahui, pramuka Quhas baru berjalan dua tahun, selama dua tahun belakang anak-anak Pramuka MI Quhas Primary School Jambi rutin mengadakan latihan rutin disetiap jumat sore. Selanjutnya untuk mengikuti lomba K3SC-VII 2020 ini hanya perlu latihan lebih kurang selama dua minggu. Alhasil dari 12 kategori lomba yang ada, ada sepuluh lomba yang bisa diikuti, dan Alhamdulillah dari sepuluh lomba yang diikuti tahun pertama bagi Pramuka Quhas mengikuti kegiatan ini bisa meraih juara di tiga lomba.

Anak-anak yang mengikuti ini adalah pramuka penggalang yang terdiri dari anak kelas empat sampai kelas enam. Terdiri dari sepuluh orang putra dan sepuluh orang putri serta lima orang Pembina. Kegiatan ini dilepas dan disambut langsung oleh owner Quhas School, Ust. Dr. H. Hasbullah Ahmad, MA di Yayasan Pesantren Terpadu Dar Al Masaleh Jambi. #quhasschool







Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh Ollustrator. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget